Wanita Sering Mengalami Keputihan Perlu Diwaspadai

Wanita Sering Mengalami Keputihan Perlu Diwaspadai

Banyak ditemukan kasus beragam pada wanita mengalami kondisi saat miss v seringkali mengeluarkan cairan hal ini disebut dengan keputihan. Wanita tidak perlu cemas jika cairan keluar masih tahap wajar. Jika tidak menganggu adanya kemunculanya. Maka, itu dianggap normal.

Wanita mengeluarkan cairan tapi tidak berwarna adalah salah satu kondisi baik dan normal. Hal ini tidak membutuhkan pengobatan karena itu tidak berbahaya. Namun, jika kemunculanya dianggap sebagai mengganggu atau muncul terdapat keluhan lainnya, maka kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda keputihan yang abnormal.

baca juga : Pernah Mengalami Kencing yang Terasa Panas? Waspada Terkena Penyakit Kelamin!

Keputihan adalah cara alami untuk menjaga tubuh wanita dan daerah kelembaban kewanitaannya. Tidak hanya itu, keputihan juga dapat melindungi terhadap risiko infeksi. Umumnya, keputihan normal tidak mengganggu aktivitas dan dapat sembuh sendiri.

Gejala keputihan pada wanita dalam kondisi yang tidak normal, memiliki karakteristik warna cairan, jumlahnya banyak, menyebabkan gatal, sensasi dan nyeri terbakar di panggul.

baca juga : Anus Gatal? Awas Pertanda Penyakit Gonore

Apa penyebab keputihan?

Penyebab keputihan di setiap wanita bisa bervariasi, dan umumnya diketahui berdasarkan jumlah cairan ke arah luar sampai warna dan tekstur dari cairan. Keputihan pada wanita yang normal setidaknya 6 bulan mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini merupakan hasil dari perubahan hormon dalam tubuh. Tidak hanya itu, keputihan timbul akibat stimulasi, menyusui, atau stres seksual. Ada juga beberapa hal yang membuat wanita rentan terhadap infeksi vagina, penyebab keputihan pada wanita yang belum menikah, penyebab keputihan gatal dan penyebab keputihan bau, yaitu:

  • Diabetes;
  • Konsumsi pil KB dan obat-obatan kortikosteroid;
  • Iritasi di atau sekitar vagina;
  • Terlalu sering, wanita membersihkan daerah dengan semprotan air;
  • Menggunakan sabun atau lotion yang mengandung parfum atau deodorant.
  • Seks tanpa kondom dan sering mitra perubahan;
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh, misalnya karena HIV;
  • penipisan dinding vagina karena menopause.

baca juga : Keluar Nanah Dari Penis? Apakah Itu Penyakit Gonore (Kencing nanah)

Ada beberapa langkah perlu diketahui agar pencegahan bisa dilakukan. Cara ini boleh dilakukan, antara lain:

  • Bersihkan vagina dengan air hangat dan sabun setelah buang air kecil atau besar, dan tiriskan. Hal ini untuk mencegah masuknya bakteri ke vagina dari rektum
  • Hindari membersihkan vagina dengan semprotan air. Metode ini menghilangkan risiko bahwa bakteri baik yang melindungi vagina dari infeksi;
  • Kenakan pakaian katun untuk menjaga kelembaban di daerah kewanitaan. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat;
  • Hindari menggunakan produk kesehatan feminin yang mengandung sabun dan parfum, karena dapat mengubah keseimbangan bakteri baik dalam vagina;
  • Jauhkan vagina selama menstruasi untuk mengganti pembalut setidaknya setiap 3-5 jam;
  • Tidak melakukan seks bebas yang dilarang atau menggunakan kondom untuk menghindari risiko infeksi menular seksual;
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin dokter kandungan vagina

baca juga : Penis Gatal? Wah, Bisa Jadi Gejala dari Penyakit Kelamin Tuh!

Tanda-tanda Keputihan yang Normal

Keputihan normal memiliki tanda-tanda dan karakteristik sebagai berikut:

  • Berupa cairan bening agak putih mirip dengan putih telur mentah.
  • Teksturnya encer atau sedikit kental dan lengket.
  • Tidak berbau.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.
  • Berwarna putih pekat atau sedikit kecoklatan. Keputihan seperti ini normal biasanya pertanda tubuh wanita sudah memasuki waktu menstruasi.

baca juga : Vagina Gatal? Segera Atasi Sebelum Terkena Komplikasi Berbagai Penyakit Berbahaya!

Untuk keputihan abnormal dapat terjadi karena infeksi, apakah karena jamur, bakteri (vaginosis bakteri, gonore, klamidia), atau parasit (trikomoniasis). Tidak hanya itu, juga diduga tanda kanker rahim atau serviks. Selalu memperhatikan kondisi organ kewanitaan untuk menghindari berbagai masalah kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *