Seks Bebas Tanpa Pengaman Dapat Meningkatkan Risiko Anda Terkena Penyakit Menular Seksual

Risiko tinggi terkena penyakit kelamin disebabkan perilaku seks bebas, waspadalah terkena penyakit menular seksual. Tidak menggunakan pengaman sangatlah berbahaya.

Pada umumnya penyakit menular seksual disebabkan seringya melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman (tidak pakai kondom), seks oral maupun anal. Penularan selain hubungan seks terjadi adanya transfusi darah, urine, dan ibu hamil ke janin, pemakaian alkes yang tidak steril.

Baca juga : luka kecil pada kulit tidak terasa sakit

Beberapa Jenis Penyakit yang Menjangkit Akibat Seks Bebas

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa ditularkan melalui hubungan seks bebas tanpa pengaman:

  • Gonore
    Gonore atau yang dikenal umum dengan penyakit kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang terjadi akibat ada infeksi bakteri bernama Neisseria Gonorrhoeae atau Gonococcus. Gejala gonore ialah berupa keluarnya cairan putih pekat seperti nanah dari alat kelamin pria atau wanita. Cara mengobati gonore adalah dengan memberikan obat antibiotik kepada penderitanya sampai bakteri ini telah hilang dari tubuh.
  • Klamidia
    Penyakit klamidia adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Chalmydia trachomatis. Penyakit ini  umumnya menular lewat hubungan seksual. Ciri-ciri klamidia yang cukup banyak ditemukan adalah sakit saat berhubungan intim ataupun saat buang air kecil. Gejala lain adalah keluarnya cairan tidak wajar dari alat kelamin. Cara mengobati klamidia ialah dengan memberikan antibiotik kepada pasien sesuai resep dokter agar pengobatannya efektif. Waspada bahaya komlikasi klamidia jika tidak segera ditangani.
  • Sipilis
    Sipilis atau yang dikenal umum dengan nama penyakit raja singa ialah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Sama seperti penyakit kelamin lainnya, sipilis juga menular lewat aktivitas seksual yang tidak “bersih”. Penyakit ini bisa menimbulkan gejala luka yang tidak terasa nyeri pada area kelamin atau di mulut. Sipilis dapat menetap selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun, yang dampaknya bisa menyebabkan komplikasi pada organ tubuh lain. Cara mengobati sipilis adalah dengan menyuntikkan antibiotik kepada penderitanya secara berkala agar bakteri tersebut hilang dari tubuh.
  • Chancroid
    Chancroid memiliki nama lain, yaitu ulkus mole atau ulkus kelamin. Chancroid adalah penyakit menular seksual yang terjadi akibat infeksi bakteri Haemophilus ducreyi. Penyakit ini bisa muncul dalam kurun waktu tiga sampai dengan tuju hari pascakontak seksual dengan orang yang mengidap chancroid. Gejalanya penyakit ini berupa adanya luka di area kelamin yang tampak kemerahan, nyeri, dan juga sakit. Terkadang penykait ini bisa memicu pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar lipatan paha.
  • Kutil kelamin
    Penyakit kutil kelamin atau dalam istilah medisnya kondiloma akuminata terjadi akibat infeksi virus HPV. Biasanya penyebab kutil kelamin adalah berhubungan seksual dengan pengidap penyakit ini. Kutil kelamin tidak boleh dianggap remeh karena bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satu bahaya kutil kelamin adalah dapat memicu kanker di area kelamin seperti kanker serviks pada wanita. Selain itu penyakit ini juga bisa menganggu janin dalam kandungan ibu pengidap kutil kelamin.
  • Herpes genital
    Penyakit herpes terbagi menjadi herpes genital (kelamin) dan juga herpes zoster (kulit). Tetapi yang umum terjadi di masyarakat adalah herpes kelamin  disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks 2 (HSV 2). Penyakit ini menular lewat hubungan seksual dengan penderita herpes genital. Gejala herpes genital adalah munculnya bintil berisi cairan di sekitar alat kelamin atau mulut. Cara mengobati herpes genital ialah dengan memberikan obat antivirus sesuai anjuran resep dokter agar pengobatan efektif.

Selain beberapa penyakit yang telah disebutkan di atas tadi, ada juga beberapa penyakit yang menular lewat hubungan seksual. HIV, trikomoniasis, hepatitis B, dan kutu kemaluan juga bisa menular saat berhubungan seks.

baca juga : Nyeri saat buang air kecil

Cara mencegah terjangkit penyakit menular seksual

Sebelum terinfeksi penyakit menular seksual, ada baiknya Anda menghindari perilaku seks bebas dan mulai beralih ke perilaku seks yang aman. Berikut ini merupakan cara menghindari seks bebas dan melakukan hubungan seksual dengan aman:

  • Setia pada satu pasangan
    Cara paling awal dalam menghindari penyakit menular seksual adalah setia dengan satu pasangan. Dengan tidak bergonta-ganti pasangan maka Anda risiko Anda tertular penyakit menular seksual akan menurun. Pasangan seksual yang tidak jelas riwayat seksualnya sangat berisiko dalam menularkan penyakit kelamin.
  • Memakai kondom
    Mengenakan kondom ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan merupakan salah satu cara yang sangat ampuh untuk meminimalisasi risiko penularan penyakit seksual serta bisa juga mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakanlah kondom setiap berhubungan seks dengan pasangan baru. Selain itu, gunakan juga pelumas supaya kondom tidak mudah sobek ketika melakukan penetrasi ke dalam vagina. Pastikan pula kondom tidak kedaluwarsa saat ingin digunakan.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol dan narkoba sebelum berhubungan seksual
    Mengonsumsi minuman berakohol ataupun obat terlarang sebelum berhubungan seksual dapat membuat pikiran Anda menjadi tidak jernih. Anda dapat saja salah mengambil keputusan seperti tidak menggunakan kondom ataupun kejadian yang tidak diinginkan lainnya. Oleh karenanya menghindari minuman beralkohol atau obat terlarang sedikit banyak dapat mengurangi risiko tertular penyakit kelamin.
  • Hindari hubungan seks yang berisiko
    Komitmen yang serius antara Anda dengan pasangan untuk tidak melakukan seks berisiko juga diperlukan. Contoh hubungan seksual tidak aman adalah melakukan seks oral atau seks anal dengan lebih dari satu pasangan. Hindari juga menggunakan mainan seks (sex toy) yang bergantian dengan orang lain. Bisa jadi orang tersebut terinfeksi penyakit menular seksual.

baca juga : anus gatal

Selain berusaha mencegah penularan lewat hubungan seksual yang berisiko, penting pula untuk melakukan vaksinasi agar mencegah penyakit menular seksual, semisal vaksinasi hepatitis B atau HPV. BIla perilaku seks Anda berisiko, sangat disarankan untuk melakukan pengobatan guna meminimalisasi risiko terinfeksi HIV. Metode pengobatan ini dikenal dengan nama pre-exposure prophylaxis (PrEP).

baca juga : Sering Buang Air Kecil

Seks bebas bisa dihindari, akan tetapi segalanya tergantung kepada individu masing-masing. Agar Anda tidak terjangkit penyakit kelamin, sangat disarankan untuk melakukan hal-hal di atas. Jika perlindungan Anda dirasa masih tidak begitu maksimal, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli untuk meminta PrEP ataupun vaksinasi sebagai langkah pencegahan tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *