Ketahui Penyebab Vagina Selalu Gatal, Bisa Jadi Terjangkit Penyakit Menular Seksual!

Penyebab Vagina Selalu Gatal – Haloo Sahabat Pandawa semuanyaa! Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kamu dan semua Sahabat Pandawa di mana pun berada selalu diberi kesehatan oleh Tuhan YME yaa! Kondisi kesehatan semakin hari semakin mengerikan karena pandemik corona di Indonesia tak kunjung reda, malah semakin bertambah setiap harinya. Oleh karena itu menjaga kebersihan dan kesehatan sangat perlu dilakukan semaksimal mungkin.

Nggak cuma kesehatan luar, namun kesehatan di area-area “dalam” atau intim juga harus kamu perhatikan. Terkadang masyarakat hanya berfokus menjaga kebersihan luar badan hingga seringkali abai dalam merawat kesehatan genital (kelamin). Padahal, masalah yang dapat mengancam kesehatan kelamin cukup banyak seperti infeksi menular seksual ataupun masalah kulit kelamin lainnya.

Biasanya gangguan dan masalah tersebut memiliki beberapa gejala seperti gatal pada kelamin. Meskipun pria terkadang mengalaminya, wanita cenderung lebih sering menderita gatal di vagina. Miss V terasa gatal bisa menjadi bahwa area kelamin kamu mengalami masalah. Mungkin saja hal ini adalah sebuah gejala dari penyakit menular seksual atau infeksi jamur di kelamin.

Seperti biasanya, Klinik Pandawa akan terus memberikan informasi dan artikel kesehatan, terutama seputar kesehatan kulit, kesehatan kelamin, edukasi seksual, dan juga tips kecantikan (estetika). Nah, pada kesempatan kali ini Klinik Pandawa bakal membahas mengenai masalah gatal pada vagina, terlebih lagi mengenai penyebab vagina gatal. Oleh karena itu kamu harus menyimak artikel ini sampai selesai agar informasi yang kamu dapat bisa bermanfaat. Tanpa basa-basi lagi, langsung aja disimak yuk!

Vagina gatal

Kondisi vagina gatal sangat umum terjadi pada anak-anak dan juga orang dewasa. Masalah ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya, akan tetapi bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman di kemaluan. Terlebih bila gangguan ini berlangsung berlarut-larut dan dalam waktu yang cukup lama.

Vagina yang terus-terusan gatal bisa menjadi pertanda bahwa telah terjadi sebuah masalah kesehatan di area genital kamu. Dugaan paling kuat adalah kamu telah terinfeksi penyakit menular seksual atau penyakit lainnya. Oleh sebab itu, apabila gatal pada vagina berlangsung selama berhari-hari dan diikuti oleh gangguan lainnya maka sebaiknya kamu segera menemui dokter. 

Penyebab vagina gatal

Masalah ini bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti gaya hidup yang tidak bersih, kehidupan seksual yang buruk, serta juga memang faktor genetik meski jarang terjadi. Akan tetapi, penyebab vagina gatal bisa diketahui jika kamu mengalami hal-hal berikut ini:

  1. Iritasi atau alergi

Rasa gatal yang muncul pada vagina bisa terjadi karena penggunaan deterjen ataupun produk kewanitaan seperti pembalut dan tampon. Tetapi, kamu tidak perlu risau karena gatal bakal segera menghilang apabila kamu berhenti memakai produk tersebut. Untuk menghindari iritasi terjadi pada vagina, sebaiknya kamu memilih produk yang bebas pewangi. 

  1. Infeksi jamur

Keberadaan jamur di dalam vagina adalah sebuah kondisi yang alami dan normal. Pada umumnya, jamur di dalam vagina pun tidak akan menimbulkan masalah. Akan tetapi, saat pertumbuhannya tidak terkendali maka dapat terjadi infeksi sehingga menciptakan rasa gatal. 

Infeksi jamur di dalam vagina merupakan hal yang umum dialami oleh hampir sebagian besar wanita. Infeksi ini rentan terjadi setelah kamu meminum obat antibiotik. Obat ini bisa menghancurkan seluruh bakteri, termasuk bakteri baik yang diperlukan tubuh. Padahal bakteri baik berguna untuk mengontrol pertumbuhan jamur agar tetap terkendali. 

  1. Bacterial vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis atau yang disingkat (BV) ialah salah satu penyebab paling sering yang dialami pada wanita. Kondisi BV ini dipicu oleh tidak seimbangnya bakteri baik dan bakteri jahat yang ada di dalam vagina. Penyebab pasti dari masalah ini belum bisa dipastikan. Namun dalam banyak kasus, BV bisa terjadi karena berbagai faktor berikut:

Pada beberapa wanita, BV dapat terjadi tanpa menunjukkan gejala apapun. Namun, selain menyebabkan gatal, BV juga dapat membuat vagina mengeluarkan cairan yang beraroma tidak sedap. Cairan tersebut berwarna abu-abu keputihan, terkadang disertai busa. 

  1. Stres 

Stres memang dapat memicu berbagai kondisi buruk pada tubuh. Ternyata tres secara fisik dan emosional juga dapat menyebabkan gatal-gatal dan iritasi pada vagina lhoo! Meski hal ini tidak biasa terjadi, dalam kondisi stres tubuh akan lebih rentan terhadap infeksi sehingga menyebabkan gatal.

  1. Penyakit menular seksual (PMS)

Terdapat banyak penyakit yang bisa menular lewat hubungan seks tidak aman. Contohnya seperti klamidia, gonore, sifilis, herpes simpleks, atau kutil kelamin. Selain gatal, PMS juga umumnya disertai dengan keputihan, keluarnya cairan berwarna hijau kekuningan, dan sakit saat berhubungan seksual.

Cara mengatasi gatal di vagina

Setelah kamu membaca artikel ini, kamu telah memahami berbagai penyebab vagina terasa gatal. Jika kamu mengalami masalah gatal di vagina maka sebaiknya kamu langsung melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

KLINIK PANDAWA adalah klinik yang telah berpengalaman dalam menangani pasien dengan keluhan dan masalah pada kelamin. Telah banyak pasien kami yang berhasil sembuh dari penyakit menular seksual serta gangguan kelamin lainnya seperti gatal di vagina.

Apabila kamu ingin mengetahui informasi lebih lanjut maka kamu dapat melakukan konsultasi gratis dengan dokter kami lewat link berikut ini: KONSULTASI ONLINE GRATIS. Kamu juga bisa menghubungi kami lewa Whatsapp atau SMS di nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 Whatsapp / SMS/ telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *